contoh kalimat slave narrative
- Before the high point of slave narratives, African-American literature was dominated by autobiographical spiritual narratives.
Sebelum mencapai poin tinggi dari narasi budak, sastra Afrika-Amerika Serikat didominasi oleh narasi autobiografi spiritual. - Her depictions of her travels, which take up 40 percent of the book, have roots in the African-American slave narrative.
Penggambarannya dalam perjalanan yang menyita 40 persen dalam buku, memiliki akar narasi budak Afrika-Amerika. - Twelve Years a Slave is an 1853 memoir and slave narrative by American Solomon Northup as told to and edited by David Wilson.
Twelve Years a Slave (1853) adalah memoar oleh Solomon Northup yang disunting dan dikisahkan kepada David Wilson. - As in American autobiography generally and in African-American autobiography specifically, which has its roots in the slave narrative, travel is another important theme in Angelou's autobiographies.
Sebagaimana dalam autobiografi di Amerika pada umumnya, dan autobiografi Afrika-Amerika pada khususnya, yang memiliki akar dalam slave narrative, perjalanan merupakan tema penting dalam autobiografi karya Angelou. - It is an adaptation of the 1853 autobiographical slave narrative memoir of the same name by Solomon Northup, a New York State-born free negro who was kidnapped in Washington, D.C. in 1841 and sold into slavery.
Film tersebut adalah sebuah adaptasi dari memoir naratif autobiografi budak bernama sama tahun 1853 karya Solomon Northup, seorang negro merdeka kelahiran New York State yang diculik di Washington D.C. pada 1841 dan dijual menjadi budak. - In a 1983 interview with literature critic Claudia Tate, Angelou calls her books autobiographies, and later acknowledges that she follows the slave narrative tradition of "speaking in the first-person singular talking about the first-person plural, always saying 'I' meaning 'we'".
Dalam sebuah wawancara pada tahun 1983 bersama kritikus sastra Claudia Tate, Angelou menyebut buku autobiografinya, dan kemudian mengakui bahwa dia mengikuti tradisi kisah perbudakan dari "berbicara sebagai orang pertama tunggal tentang orang pertama jamak, selalu menyebut saya sebagai kita'".